Jakarta,- Keinginan si kembar Marcel dan Mischa Chandrawinata untuk bermain film bersama terwujud. Mereka didapuk sebagai pemeran utama dalam film Summer Breeze garapan sutradara Allan Lunardi. Pada film drama remaja yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Orizuka itu, Marcel berperan sebagai Orion, sedangkan Mischa sebagai Ares.

”Kami dari dulu sangat ingin main satu film dengan karakter masing-masing yang berlawanan dan sangat beda dengan kehidupan sehari-hari,” ucap Marcel setelah press screening filmnya di Planet Hollywood kemarin (4/5).

Diceritakan, karakter Orion dan Ares sangat berlawanan. Begitu juga, prestasi akademisnya yang berbeda bagai langit dan bumi. Orion adalah seorang mahasiswa fakultas tenik yang cerdas, jago basket, dan ramah kepada setiap orang.

Sebaliknya, Ares galak dan gampang marah kepada orang lain, kecuali kepada ibunya, Siska (Ira Wibowo). Hanya kepada sang ibu yang tahu sisi lembut dirinya, Ares bisa berkata manis dan tersenyum. Sebagai mahasiswa jurusan musik, Ares juga tidak begitu berprestasi.

Di rumah Ares dan Orion tidak akrab, beda sekali dengan kehidupan nyata Marcel dan Mischa yang sangat kompak. Ares dan Orion bermusuhan, terlebih saat ada sosok gadis cantik bernama Reina (Chelsea Olivia Wijaya) di antara mereka. Untuk benar-benar menjiwai peran masing-masing, Marcel dan Mischa mengaku menerapkan latihan khusus. Selain serius saat proses workshop dan reading jelang syuting, mereka mencoba melepaskan identitas diri saat berada di rumah.

”Sebab, Ares dan Orion sangat berlawanan sama kami. Mereka jarang komunikasi, sedangkan kami selalu komunikasi karena tidur saja masih satu kamar,” kata Mischa.

Pernah beberapa kali Marcel dan Mischa komitmen tidak mau menyapa saat di rumah. Bila perlu, kata Marcel, saling membenci. ”Maklum, kami ingin memberikan yang terbaik. Sebab, kami kan bekerja jasa sehingga harus memuaskan dan aktingnya maksimal,” jelas Marcel.

Tapi, hasilnya tidak sesuai harapan. Tanpa kamera, mereka tidak bisa akting. Tetap sebagai Marcel dan Mischa sebenarnya. ”Susah banget. Habis pulang reading saja satu mobil. Sampai di rumah sama-sama, tidur sama-sama,” imbuh Marcel.

Meski begitu, kata Mischa, tidak ada yang sia-sia. Mereka pernah mendadak berkelahi kecil meski bukan berkelahi secara fisik gara-gara sebuah masalah sepele. ”Saat itu aku lihat wajah Marcel marah banget. Terus kata Marcel, muka saya juga marah. Akhirnya aku bilang, nah wajah itu yang harus kita pakai nanti saat akting sebagai Ares dan Orion,” jelasnya.

Ayah mereka, Ridwan (Mathias Muchus), di awal cerita lebih cenderung sebagai ayah yang pilih kasih. Ridwan lebih sayang kepada Orion. Tapi, seketika sikapnya berubah setelah mengetahui Ares mengidap disleksia. Film yang skenarionya ditulis Titien Wattimena itu mulai tayang di bioskop pada 6 Mei 2008. (gen/ayi)



sumber: Pontianak Post, Senin 5 Mei 2008

Comments

Popular Posts