[Cerbung] Apple for Sam ; Chapter 1

Chapter 1


“Sey! Kamu dicari prof Hany tuh.”

Tyo menghampiri Sey yang baru saja menjejakkan kakinya di kampus.

Tyo teman seangkatan Sey. Walau Sey bukan tipe yang mudah akrab dengan orang lain, tapi bisa dibilang Tyo cukup dekat dengannya. Tyo teman yang perhatian, tapi disisi lain ia tidak terlalu suka ikut campur urusan orang lain. Hal itulah yang membuat Sey merasa nyaman berteman dengan lelaki itu.

“Oh iya, ntar siang kita ada kuliah jam 2.”

Tyo mengiringi langkah Sey.

Sey tidak menjawab, ia hanya tersenyum. Ia sudah tahu.

“Yo.. titip tas donk.”

Sey menghentikkan langkahnya. Menitipkan tasnya pada Tyo, dan kemudian berbalik arah. Dan tanpa respon yang cukup berarti, Tyo melanjutkan langkahnya menuju kelas sambil menenteng dua buah tas.

♥♥♥


Tok… tok.. tok..

Sey mengetuk ruang dosen. Dan tanpa menunggu jawaban, ia pun melangkah masuk.

 “Siang, prof. “

“O, Seiran. Silahkan duduk.”

Prof Hany menunjuk kursi dihapannya.

“Saya dengar dari mahasiswa lain, kamu cukup ahli dalam bahasa asing, ya.”

“Iya prof?? Eum,, ya.. sesuai kebutuhan sajalah, prof.”

Sey menjawab bingung.

“Begini.”

Prof Hany membetulkan posisi kacamatanya tanda ia akan memulai pembicaraan serius.

“Ada senior kamu yang berniat membuat Foreign Language Club. Dia sudah ketemu dengan yang bersedia menjadi penanggung jawab, tapi clubnya masih belum bisa launch karena belum ada yang mau jadi ketua. Menurut kamu bagaimana?”

Sey berpikir sejenak.

“Maksudnya saya ditawari jadi ketua prof? Kenapa tidak senior itu saja yang jadi ketuanya prof?”

Prof Hany tersenyum.

“Dia sebentar lagi akan KKN, susah untuk bertanggung jawab pada club kalau dia tidak disini, bukan. Katanya dia akan jadi koordinatornya, dan siap back up si ketua kapan saja.”

Prof Hany member sedikit jeda sebelum melanjutkan ucapannya.

“Saya rasa kamu tertarik, Seiran. Bagaimana kalau kamu temui saja penanggung jawabnya. Nah, berhubung saya tidak tahu pasti dimana si penanggung jawab ini. Saya berikan nomornya dan kamu hubungi sendiri saja, ya.”

Ini dia Prof Hany. Bicaranya to the point. Tapi yang Sey heran, bagaimana ia bisa tahu Sey sangat tertarik pada tawarannya? Sebegitu tergambar kah di matanya? Atau justru tertulis jelas di jidatnya?

Drrr… Drrr.. Drrr..

Sey merogoh HP di saku celananya.

“Itu saya kirim nomornya.”

Oke. Sekali lagi Sey dibuat heran oleh professor yang satu ini. Dari mana dan sejak kapan coba prof Hany punya nomor dirinya. Sambil tetap bingung, Sey men-check nomor yang diberikan. Cukup lama ia menatap nomor dan nama yang tertera di HP, nya baru kemudian bereaksi.

“Putra, Prof?”

Sey menatap prof Hany penuh tanda tanya.

“Ya, pak Putra itu salah satu stuff akademik kita. Dia lulusan IT, jadi saya rasa dia orang yang tepat menjadi penanggung jawabnya.”

Setelah undur diri dari prof Hany, Sey lalu kembali menuju kelas. Diperjalanan, ia mencoba menghubungi nomor yang baru di dapatnya.

“Hallo..”

Tak lama sebuah suara terdengar.

“Maaf, dengan bapak Putra? Saya Seiran.”

“Oh, iya, saya sudah diberi tahu professor Hany soal kamu.”

Waduh,, cepat juga kerja prof Hany ini. Sey geleng-gelang kepala sendiri sambil tersenyum kecil.

“Bagaimana kalau sore ini kamu keruang klub kita di gedung C. Kebetulan saya dan beberapa anggota, a, maksud saya calon anggota akan kumpul disana.”

Suara disebrang kembali terdengar tepat disaat Sey hendak bicara.

“Eng, jam brapa ya pak? Saya ada kelas jam 2 siang ini.”

“Selepas kelasmu saja. Infonya kemarin itu kumpul sekitar jam 3.”

Setelah appointment yang kelewat mendadak menurut Sey ini, ia menutup HP nya sambil berharap pertemuan nanti tidak akan lama sebab ada acara lain yang sulit ia tinggalkan.

♥♥♥

Jam 4 kurang 5 menit. Setelah menyelesaikan perkuliahannya, Sey bergegas menuju gedung C yang terletak lumayan jauh dari ruang kelasnya. Sey melangkah cepat. Karena menurutnya, waktunya sangat singkat. Ada yang harus ia kejar sekitar jam setengah lima nanti.

Sesampainya di tempat yang di tuju, dengan sedikit ngos-ngosan karena nggak biasa olahraga, Sey mengetuk pintu dihadapannya.

“Masuk!”

Sebuah suara terdengar dari dalam ruangan.

Perlahan Sey membuka pintu dan melangkah masuk. Ada sekitar enam orang di dalam ruangan itu. Salah satunya ia yakini sebagai Pak Putra yang tadi menerima teleponnya. Karena hanya ia yang, well, yah, kalau boleh dibilang, sudah berumur.

“Permisi.”

Sey tersenyum, bermaksud menyapa semua yang ada di dalam ruangan itu.
Selanjutnya, dimulailah pertemuan yang intinya bermaksud menetapkan kapan Foreign Language Club ini akan launch. Dan apakah semua sudah sepakat kalau Sey yang jadi ketuanya.

=======================================


To Be Continue


Prolog
Chapter 1 
Chapter 2
Chapter 3
The Last Story

♥♥♥

Comments

  1. kayaknya, gue tahu ni cerita.... wkwkwkwkkwkwkwk pak putra,,, tyo... wkwkwkwk (rofl)

    ReplyDelete
  2. @assa ohoho... I guess you did a little wrong.. *evileyes*

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts