[Resensi] A Teenager's Journey : Berdamai dengan Masa Lalu yang Kelabu

Judul        : A Teenager's Journey : Berdamai dengan Masa Lalu yang Kelabu
No. ISBN  : 9789790153479
Penulis    : Richard B. Pelzer
Penerbit   : esensi
Tanggal terbit : September - 2008
Text Bahasa  : Indonesia


Sinopsis



Buku ini mencatat rententan kejadian mengerikan dalam proses menuju kedewasaan yang dialami Richard Pelzer, adik Dave yang disebut 'lt'. Masa kecilnya hancur akibat siksaan ibunya yang alkoholik dan mengidap gangguan jiwa, dan masa remajanya kacau saat Richard-sama seperti remaja pada umumnya-mulai berkenalan dengan alkohol, narkoba, dan seks. Ketiga hal tersebut membantunya untuk melarikan diri dari kenyataan, dari rasa malu yang selama ini dibawa-bawanya, juga ketakutan dan emosi yang tak mampu dipahami atau diatasinya. Ia menerjunkan diri dengan sepenuh hati ke dalam dunia penuh racun yang hanya mempunyai satu jalan keluar, bunuh diri. *** A Teenager's Journey adalah kisah perjuangan Richard untuk lepas dari trauma masa kecil dan keluar dari siklus penghancuran diri yang dilakukannya, untuk kemudian memulai perjalanan menuju kebebasan.

picture and text cr by anekabuku.com



***
Setiap orang tua punya kemampuan yang luar biasa untuk membuat anak-anaknya jatuh terpuruk. Sama seperti kekuatan tak terhingga yang mereka miliki untuk membuat anak-anaknya naik hingga puncak gunung tertinggi.


Setiap orang tua bisa membuat anak-anak mereka jatuh kedalam tempat paling gelap dalam dirinya. Sama seperti mereka, para orang tua, dapat membuat anaknya bersinar terang melebihi terangnya sinar apapun yang sudah ada hingga saat ini.


Setiap orang tua, dengan tangannya bisa menjadikan anak-anak mereka merasa terbuang layaknya sampah yang sudah tak bisa didaur ulang lagi. Busuk dan tak berguna. Sama seperti keajaiban tangannya yang bisa membuat anak-anak mereka merasa menjadi makhluk paling beruntung di dunia ini. Hidup penuh kebanggan, percaya diri. Merasa menjadi orang yang berguna dan dihargai.


Orang tua dapat menghancurkan masa depan anak-anaknya semudah memecahkan gelas kaca yang rapuh. Sama seperti mereka dapat memberikan harapan bagi impian anak-anaknya.
Jadi untuk para orang tua, dimanapun kalian, bila tidak ingin menyaksikan anak-anak mereka jatuh tersunggur dalam lubang kelam dalam dirinya, perhatikanlah setiap perkataan dan tindakan kalian. Yang perlu kalian ingat hanyalah bahwa anak-anak kalian bukanlah boneka. Meraka juga manusia yang tentu juga punya perasaan sama seperti kalian. Yang bisa marah menangis kecewa, sama seperti kalian. Yang bisa frustasi juga bahagia, layaknya kalian.

Comments