CKK #2.2 ; Inovasi Bisnis - Kanvas Model Bisnis

Setelah mengulas sedikit tentang apa itu inovasi. Kali ini kita akan berbicara tentang kanvas model bisnis.
Nah, apa pula itu kanvas model bisnis?
Kanvas Model Bisnis atau Business Model Canvas (BMC) dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur. Konsep model bisnis ini berhasil mengubah konsep model bisnis yang rumit menjadi sederhana. Dengan pendekatan kanvas, model bisnis ditampilkan dalam satu lembar kanvas, berisi peta sembilan elemen (kotak). Dengan kesederhanaannya, metode kanvas dapat mendorong sebanyak mungkin karyawan terlibat dalam pengembangan model bisnis organisasinya.

Apa saja yang ada di dalam BMC ini?

1. Segmen Pelanggan (Customers)
Merupakan kelompok orang atau organisasi yang akan dijangkau dan dilayani. Berbagai jenis segmen pelanggan meliputi:
  • Mass Market : Tidak ada segmentasi khusus untuk perusahaan yang mengikuti unsur Mass Market.
  • Niche Market : Segmentasi pelanggan berdasarkan kebutuhan khusus dan karakteristik dari klien.
  • Segmented : Sebuah perusahaan menerapkan segmentasi tambahan dalam segmen pelanggan yang sudah ada. Dalam situasi tersegmentasi, bisnis lebih lanjut dapat membedakan klien berdasarkan jenis kelamin, usia, dan / atau pendapatan.
  • Diversify : Sebuah bisnis melayani multiple customer segment dengan kebutuhan dan karakteristik yang berbeda.
  • Multi-Sided Platform / Market: For a smooth day to day business operation, some companies will serve mutually dependent customer segment. Sebuah perusahaan kartu kredit akan memberikan layanan kepada pemegang kartu kredit sekaligus membantu pedagang yang menerima kartu-kartu kredit.

2. Value Propotion (VP)
Koleksi produk dan layanan bisnis menawarkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Menurut Osterwalder (2004), VP sebuah perusahaan adalah apa yang membedakan dirinya dari para pesaingnya. VP through various elements such as:
  • Newness
  • Performance
  • Customization
  • "Getting the job done"
  • Design
  • Brand/status
  • Price
  • Cost reduction
  • Risk reduction
  • Accessibility
  • Convenience/usability. 
3. Customer Relationship
Tipe hubungan yang dibangun antara perusahaan dengan segmen pelanggan khusus. Berbagai bentuk hubungan pelanggan meliputi:
  • Personal Assistance: Bantuan dalam bentuk interaksi karyawan-pelanggan. Bantuan tersebut dilakukan baik selama penjualan, purna jual, dan / atau keduanya.
  • Dedicated Personal Assistance: Yang paling intimate dan membantu pada Personal Assistance di mana a sales representative ditugaskan untuk menangani semua kebutuhan dan pertanyaan dari a special set of clients.
  • Self Service: Jenis hubungan yang menerjemahkan interaksi langsung antara perusahaan dan klien. Di sini, sebuah organisasi menyediakan alat yang diperlukan bagi pelanggan untuk melayani diri mereka sendiri dengan mudah dan efektif.
  • Automated Services: Sebuah sistem yang mirip dengan Self Service tapi lebih personal karena memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi pelanggan preferensinya. Contohnya Amazon.com, mereka membuat saran buku berdasarkan karakteristik buku yang sebelumnya dibeli.
  • Communities: Menciptakan komunitas yang memungkinkan untuk interaksi langsung antara klien yang berbeda dengan perusahaan. The community platform menghasilkan sebuah skenario di mana pengetahuan dapat dibagi dan masalah dapat diselesaikan antara klien yang berbeda. 
  • Co-creation: Sebuah hubungan pribadi dibuat melalui customer’s direct input dalam hasil akhir dari produk perusahaan / jasa.
 4. Channels
Bagaimana perusahaan berkomunikasi dan menjangkau segmen pelanggan untuk memberikan VP.
  
5. Revenue Streams
Cara sebuah perusahaan membuat pendapatan dari setiap segmen pelanggan. Beberapa cara untuk menghasilkan 'arus pendapatan':
  • Asset Sale: (jenis yang paling umum) menjual hak kepemilikan akan physical good
  • Usage Fee: Uang yang dihasilkan dari penggunaan layanan tertentu
  • Subscription Fees: Pendapatan yang dihasilkan dengan menjual layanan yang berkesinambungan
  • Lending/Leasing/Renting: Pemberian hak eksklusif untuk aset dengan jangka waktu tertentu
  • Licensing: Pendapatan yang dihasilkan dari pengisian untuk penggunaan kekayaan intelektual yang dilindungi.
  • Brokerage Fees: Pendapatan yang dihasilkan dari layanan perantara antara 2 pihak
  • Advertising: Pendapatan yang dihasilkan dari pengisian biaya untuk iklan produk.
6. Key Resources
Merupakan sumber daya yang diperlukan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan. Mereka dianggap aset untuk perusahaan, yang diperlukan untuk mempertahankan dan mendukung bisnis. Sumber daya ini bisa menjadi human, financial, physical and intellectual.














7.  Key Activities
Merupakan yang paling penting dalam melaksanakan kegiatan proposisi nilai perusahaan. Yang termasuk didalam lingkup segmen ini adalah Production, Problem Solving, Platform, dan Network.

8. Key Partenership
Dalam rangka mengoptimalkan operasi dan mengurangi risiko model bisnis, organisasi biasanya menumbuhkan hubungan buyer-supplier relationships sehingga mereka dapat fokus pada kegiatan inti mereka. Aliansi bisnis pelengkap juga dapat dipertimbangkan melalui usaha patungan, aliansi strategis antara pesaing atau non-pesaing.

Motivasi membangun partnership:
  • Optimasi dan skala ekonomi
  • Reduksi resiko dan ketidakpastian
  • Akuisisi sebagian resource dan akitivitas.

 Lihat Juga ckk #2.1; Business Innovation - Apa itu Inovasi?

Comments

  1. artikel yang menarik, kami juga punya artikel tentang 'Inovasi Organisasi' silahkan buka link ini
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/3385/1/LAPORAN%20EKSEKUTIF.pdf
    semoga bermanfaat ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts